about-logo

Ketahui Pendidikan Inklusif : Menghargai Keberagaman di Kelas

Sebenarnya pendidikan inklusif mempunyai arti yang sangat luas, yang mana mencangkup seluruh anak-anak bangsa Indonesia tak terkecuali anak yang tergolong ABK untuk memperoleh pendidikan. Apakah Anda sudah mengetahui terkait ABK? ABK atau anak berkebutuhan khusus yaitu seorang anak yang mempunyai berbagai gangguan pada proses pertumbuhannya. 

Namun, tak hanya disebabkan karena proses pertumbuhannya saja, melainkan biasanya anak tersebut mengalami kelainan sejak lahir, sehingga membutuhkan pendidikan inklusif. 

Bicara mengenai pendidikan inklusif, apakah Anda juga sudah mengetahui terkait hal tersebut? Jika belum mari kita simak pendidikan inklusif melalui ulasan berikut ini.

 

Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif dapat dikatakan sebagai wujud nyata penyedia kesempatan untuk semua anak agar memperoleh pendidikan tak terkecuali untuk anak-anak jalanan maupun anak berkebutuhan khusus. Perlu Anda ketahui bahwa tujuan utama dari pendidikan inklusif yaitu supaya dapat memberikan kesempatan serta memastikan bahwa semua anak wajib memperoleh pendidikan.

Jadi, pendidikan inklusif merupakan sarana pengenalan pendidikan yang memiliki upaya untuk mengakomodasi seluruh anak-anak yang mana tidak memperdulikan kondisi fisik, sosial, intelektual dan lain sebagainya. Pendidikan inklusif sendiri juga menyediakan level penempatan anak dari kondisi yang ringan, sedang hingga berat dan begitupun pendidikan menyediakan level para pembimbing.

Jika berbicara peran guru atau pembimbing, perlunya untuk lebih menekankan adanya suatu tindakan pemahaman siswanya dalam setiap kelas. Pasalnya, kondisi mereka sangatlah beragam yang tentu tidak semua anak mudah menerima materi-materi yang telah diberikan.

Dari hal tersebut, selain guru memberikan pendidikan melalui lisan, namun guru juga harus memberikan pendidikan dengan cara memperagakan sesuatu. Jadi,  dukungan dari seorang guru sangatlah penting untuk pemahaman pada tiap-tiap anak.

Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa negara Indonesia sangatlah beragam akan sukunya, budaya, agama, bahasa dan begitupun kondisi anak-anaknya. Meskipun demikian, pendidikan inklusif tetap menerima keberagaman tersebut atau dikenal dengan istilah tak pandang bulu. Selain itu, peran dan sikap setiap anak juga beragam karena mungkin saja kurangnya dukungan dari orang tua atau bisa anak tersebut yang sulit menerima bimbingan tersebut.

Namun tak perlu mengkhawatirkan hal itu, sebab pendidikan inklusif ini selain belajar untuk memperoleh ilmu, namun mereka juga akan belajar bagaimana cara untuk menghargai, berempati, toleransi kepada teman-temannya. Karena memang mereka juga sangat membutuhkan sikap-sikap positif tersebut supaya tercipta kepribadian yang lebih baik.

Maka dari itu, pendidikan inklusif ini sangatlah bermanfaat bagi semua anak terutama untuk anak anak yang termasuk ABK. Supaya Anda lebih paham mengenai anak-anak yang termasuk ABK, berarti Anda perlu mengetahui karakteristiknya, yaitu:

 

Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus

1. Anak yang Mempunyai Kelainan

Karakteristik anak berkebutuhan khusus yang pertama yaitu anak yang mempunyai kelainan atau gangguan, berikut ini terdapat beberapa gangguan, antara lain:

  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan bicara
  • Gangguan kecerdasan
  • Gangguan fisik
  • Gangguan perilaku
  • Gangguan belajar
  • Gangguan mental 

2. Anak yang Mempunyai Potensi Kecerdasan

Tidak hanya anak-anak yang mempunyai gangguan saja, melainkan anak yang mempunyai potensi diatas rata-rata juga termasuk anak berkebutuhan khusus. Adapun tiga komponen pentingnya, antara lain:

  • Kemampuan khusus dan kemampuan umum diatas rata-rata
  • Kreativitas tinggi
  • Komitmen tinggi

3. Anak yang Temporer

Anak yang disebut temporer yaitu anak yang mempunyai gangguan belajar yang disebabkan oleh sifatnya yang temporer. Hal ini menjadikan anak tersebut membutuhkan pendidikan layanan khusus. Penyebab dari anak yang mempunyai sifat temporer yaitu:

  • Anak yang berasal dari daerah terpencil
  • Anak yang menjadi korban bencana alam
  • Anak yang lahir dari keluarga tidak mampu
  • Anak yang terkena bencana sosial

 

Demikianlah ulasan yang membahas mengenai pendidikan inklusif. Dari hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa sistem pendidikan inklusif ini mengakomodasi pendidikan kepada anak anak baik anak yang tergolong normal maupun anak yang tergolong anak berkebutuhan khusus. Tak hanya itu, sistem pendidikan inklusif ini juga akan mengajarkan perilaku positif. Dengan begitu, tujuan Indonesia akan terwujud yang mana memiliki upaya untuk memajukan bangsa yang cerdas.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on pocket
Share on whatsapp
Share on vk
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *