Mengenal Jenis-Jenis Pajak di Indonesia, Pajak Pusat dan Pajak Daerah

mengenal pajak

Pajak dan jenis-jenis pajak, tentu saja sudah tidak asing lagi di telinga, yang bertujuan untuk konsultan pajak BSD. Namun, tidak semua jenis pajak dikelola dan juga diurus oleh satu instansi yang sama. Sebagian orang masih tidak mengerti dan mengetahui dengan baik mengenai perbedaan instansi dalam mengurus perpajakan.

Berdasarkan pihak pengelolaannya pajak di Indonesia dibedakan menjadi dua jenis yaitu pajak pusat dan pajak daerah. Untuk mengetahui pengelolaan pajak serta jenis-jenis pajak lebih lanjut, simak pembahasan dibawah ini.

Janis-Jenis Pajak Pusat 

Seperti namanya, pajak pusat adalah pajak yang pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Dimana untuk mengurus pajaknya, Wajib Pajak perlu datang ke tempat pengurusan administrasi pajak pusat.. Untuk jenis pajak pusat, diantaranya yaitu :

1. Pajak Penghasilan (PPh)

 Pajak yang dikenakan kepada pribadi atau badan atas penghasilan yang diperoleh atau diterima dalam suatu Tahun Pajak adalah pengertian dari Pajak Penghasilan (PPh). Penghasilan pajak disini adalah setiap penghasilan tambahan yang diterima atau didapat oleh Wajib Pajak, baik diterima dari Indonesia atau luar Indonesia yang. Intinya penghasilan yang didapatkan oleh bisa menambah kekayaan atau dikonsumsi oleh Wajib Pajak.

Dengan begitu, penghasilan itu bisa berupa keuntungan dari gaji, honorarium, usaha, hadiah, dan lain sebagainya. Berikut jenis-jenis Pajak Penghasilan (PPh) :

a. PPh Pasal 15

b. PPh Pasal 19

c. PPh Pasal 21

d. PPh Pasal 22

e. PPh Pasal 23

f. PPh Pasal 24

g. PPh Pasal 25

h. PPh Pasal 26

i. PPh Pasal 27

j. PPh Final Pasal 4 ayat 2 

2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak di dalam wilayah Indonesia (dalam daerah Pabean). Baik Perorangan, Perusahaan, maupun pemerintah yang mengkonsumsi jasa kena pajak atau barang kena pajak maka akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Pada dasarnya semua barang dan juga jasa adalah objek PPN, tetapi ada beberapa pertimbangan, baik soal sosial maupun ekonomi maka dari itu ada beberapa barang dan jasa yang tidak dikenakan PPN, sehingga tidak termasuk ke dalam objek PNN. Objek Pajak Pertambahan Nilai (PPN) secara sederhana dikelompokan menjadi dua, yaitu :

  1. Barang Kena Pajak (BKP), yaitu barang yang wujudnya berupa barang bergerak dan barang tidak bergerak. Serta barang yang tidak berwujud yang dikenakan PNN.
  1. Jasa Kena Pajak (JKP), merupakan setiap kegiatan yang berupa pelayanan  dengan berdasarkan perbuatan hukum yang memungkinkan suatu barang atau fasilitas maupun hak atau kemudahan, tersedia untuk digunakan. Selain itu, jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena permintaan dari pemesan serta bahan yang digunakan, juga termasuk ke dalam kategori Jasa Kena Pajak yang dikenai pungutan PPN.

JKP dan BKP menjadi garis besar objek PPN yang tertuang di dalam peraturan perundang-undangan. Macam-macam objek PPN serta yang tidak termasuk ke dalam objek PNN secara spesifik tertuang dalam UU Nomor 42 Tahun 2009 tentang PPN dan Pajak atas Barang Mewah (PPnBM) atau disebut UU PPN DAN PPnBM.

3. Pajak penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Mengkonsumsi Barang Kena Pajak tertentu yang tergolong mewah juga dikenakan Pajak penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Barang-barang yang tergolong mewah dan masuk ke PPnBM memiliki beberapa kriteria diantaranya:

a. Bukan barang kebutuhan pokok.

b. Barang tersebut hanya bisa dikonsumsi  oleh masyarakat tertentu.

c. Umumnya barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat yang memiliki penghasilan tinggi. 

d. Barang tersebut dikonsumsi untuk menunjukan status seseorang, serta barang yang apabila dikonsumsi bisa mengganggu ketertiban dan merusak kesehatan, moral .

4. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak yang dikenakan atas kepemilikan, pemanfaatan atau penguasaan atas tanah dan bangunan merupakan definisi dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Objek pajak bumi dan seluruh bangunan yang ada di bumi, pengertian bumi atau rumah dijelaskan di bawah ini.

“ Bumi merupakan  permukaan yang meliputi perairan, daratan, pedalaman laut , serta semua yang isi yang ada di dalamnya. Sedangkan bangunan yaitu sebuah konstruksi teknik yang diletakkan dengan tetap pada tanah atau perairan”.

Sektor PBB dikategorikan menjadi 5 kelompok yaitu Pedesaan, Perkebunan, Perkantoran, Perhutanan, dan Pertambangan. Tetapi, ada perubahan di kategori sektor tersebut, berdasarkan UU No.28 Tahun 2009 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) mulai 1 Januari 2014, PBB Perdesaan dan Perkantoran (Sektor P2) telah masuk ke dalam kategori Pajak Daerah. Sedangkan untuk (Sektor P3) Perkebunan, Perhutanan, Pertambangan masih tetap masuk ke kategori Pajak Pusat.

Jenis-Jenis Pajak Daerah

Pajak Daerah adalah pajak yang dikelola oleh Dinas atau Badan Pendapatan Daerah. Terdapat 2 jenis pajak daerah yaitu pajak yang dikelola oleh provinsi dan pajak yang dikelola oleh kabupaten/kota. Umumnya, setiap daerah ini memiliki nama Dinas atau Badan Pendapatan Daerah yang berbeda. Berikut jenis-jenis pajak yang diurus oleh Pemerintah Daerah yaitu.

a. Pajak Propinsi

b. Pajak kendaraan bermotor.

c. Bea balik nama kendaraan bermotor

d. Pajak bahan bakar kendaraan bermotor

e. Pajak air permukaan

f. Pajak rokok

g. Pajak kabupaten/kota

h. Pajak hotel

i. Pajak restoran

j. Pajak hiburan

k. Pajak reklame

l. Pajak penerangan jalan

m. Pajak mineral bukan logam dan batuan

n. Pajak parkir

o. Pajak air tanah

p. Pajak sarang burung walet

q. Pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkantoran

r. Bea perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan (BPHTB) serta Pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkantoran

Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai jenis-jenis dan pengertian pajak. Untuk kamu yang sedang mencari layanan jasa yang melayani jasa perpajakan, jasa pembukuan, dan jasa audit kamu bisa menggunakan jasa audit keuangan. Jasa audit keuangan ditangani langsung oleh orang yang profesional sehingga kamu sudah tidak perlu khawatir lagi akan terjadinya kesalahan. Sudah banyak konsumen yang bergabung bersama dengan kami, dan sekarang giliran kamu. 

Tags :
Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *