Teknisi listrik bekerja di lingkungan yang memiliki karakter risiko cukup kompleks. Selain potensi sengatan listrik, pada beberapa area kerja juga terdapat risiko penumpukan muatan elektrostatik yang dapat mengganggu peralatan, komponen elektronik, bahkan memicu percikan pada kondisi tertentu.
Karena itu, pemilihan sepatu safety untuk teknisi listrik tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan model atau tampilan. Salah satu jenis yang sering dibicarakan adalah sepatu safety anti statis.
Namun, masih banyak orang yang menganggap sepatu anti statis sama dengan sepatu pelindung terhadap sengatan listrik. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Sepatu anti statis dirancang untuk membantu mengendalikan muatan elektrostatik, sedangkan perlindungan terhadap bahaya listrik aktif memerlukan jenis footwear dan standar yang berbeda.
Table of Contents
ToggleApa Itu Sepatu Safety Anti Statis?

Sepatu safety anti statis adalah alas kaki kerja yang dirancang untuk membantu mengurangi penumpukan muatan elektrostatik pada tubuh.
Muatan statis dapat terbentuk akibat gesekan antara tubuh, pakaian, lantai, atau alas kaki saat seseorang bergerak. Dalam kondisi tertentu, muatan tersebut dapat terakumulasi dan dilepaskan secara tiba-tiba ketika tubuh menyentuh benda konduktif.
Sepatu anti statis membantu menyediakan jalur pelepasan muatan secara terkontrol agar listrik statis tidak terus menumpuk pada tubuh.
IEC 61340-4-3 mengatur metode pengujian resistansi listrik footwear yang digunakan untuk membantu mengendalikan potensial elektrostatik pada manusia. Namun, standar ini tidak ditujukan sebagai perlindungan terhadap sengatan listrik dari sumber bertegangan.
Dengan kata lain, fungsi utama sepatu anti statis adalah mengendalikan static charge, bukan menjadi isolator terhadap listrik aktif.
Bagaimana Muatan Statis Bisa Terbentuk?
Listrik statis dapat muncul saat dua material saling bergesekan. Pada lingkungan kerja, proses ini bisa terjadi saat pekerja berjalan di lantai tertentu, bergerak menggunakan pakaian kerja tertentu, atau berinteraksi dengan material yang mudah menghasilkan muatan elektrostatik.
Jika tidak dilepaskan, muatan tersebut dapat menumpuk pada tubuh.
Saat pekerja menyentuh benda logam atau komponen elektronik, muatan bisa berpindah secara tiba-tiba dan menimbulkan electrostatic discharge atau ESD.
Bagi manusia, pelepasan ini kadang hanya terasa seperti sentakan kecil. Namun, pada komponen elektronik yang sensitif, ESD dapat menyebabkan gangguan atau kerusakan.
Fungsi Sepatu Safety Anti Statis
Sepatu anti statis memiliki beberapa fungsi penting, terutama pada lingkungan kerja yang berkaitan dengan elektronik dan pengendalian listrik statis.
1. Membantu Mengurangi Penumpukan Muatan Statis
Fungsi utamanya adalah membantu melepaskan muatan elektrostatik dari tubuh secara terkendali.
Hal ini penting pada lingkungan kerja yang menggunakan perangkat elektronik sensitif atau sistem produksi yang tidak boleh terkena pelepasan listrik statis secara tiba-tiba.
2. Membantu Mengendalikan Electrostatic Discharge
ESD dapat terjadi ketika muatan listrik berpindah secara cepat antara dua objek yang memiliki beda potensial.
Pada industri elektronik, kondisi ini dapat merusak komponen seperti sensor, papan sirkuit, chip, dan perangkat lainnya.
Sepatu anti statis menjadi salah satu bagian dari sistem pengendalian ESD, bersama dengan lantai khusus, pakaian kerja, grounding, serta prosedur operasional yang sesuai. IEC juga mengatur metode pengujian kombinasi footwear, lantai, dan manusia karena pengendalian elektrostatik tidak hanya bergantung pada sepatu.
3. Mengurangi Risiko Percikan Elektrostatik
Pada lingkungan tertentu, muatan elektrostatik dapat menimbulkan percikan.
Percikan tersebut dapat menjadi masalah serius apabila lingkungan kerja memiliki material, uap, atau gas yang mudah terbakar.
OSHA menjelaskan bahwa conductive footwear dapat digunakan untuk mengurangi akumulasi listrik statis pada kondisi tertentu yang memiliki risiko tersebut.
Namun, penggunaan footwear jenis ini harus disesuaikan dengan jenis bahaya yang ada karena tidak semua lingkungan kerja cocok menggunakan sepatu yang memfasilitasi aliran muatan ke tanah.
4. Tetap Memberikan Perlindungan Mekanis
Jika sepatu anti statis juga termasuk kategori safety footwear, produk dapat dilengkapi berbagai fitur perlindungan lain seperti:
- Toe cap untuk melindungi jari kaki.
- Outsole dengan daya cengkeram tertentu.
- Perlindungan terhadap benda tajam.
- Material upper yang tahan terhadap kondisi kerja tertentu.
- Dukungan pada area pergelangan.
Artinya, label anti statis hanya menunjukkan salah satu karakteristik perlindungan dan bukan keseluruhan fungsi sepatu.
Apakah Sepatu Anti Statis Aman untuk Teknisi Listrik?
Jawabannya bergantung pada jenis risiko yang dihadapi.
Ini adalah bagian yang paling penting untuk dipahami. Sepatu anti statis tidak otomatis aman digunakan ketika teknisi bekerja dengan instalasi atau peralatan listrik bertegangan.
Alas kaki anti statis memang dirancang untuk membantu mengalirkan muatan elektrostatik secara terkendali. Karena itu, prinsip kerjanya berbeda dengan footwear yang dirancang untuk memberikan hambatan terhadap aliran listrik.
OSHA membedakan fungsi antara conductive footwear, electrical hazard footwear, dan dielectric footwear. Masing-masing dirancang untuk kondisi dan risiko yang berbeda.
Secara sederhana:
- Anti statis digunakan untuk membantu mengendalikan muatan elektrostatik.
- Electrical hazard footwear digunakan sebagai perlindungan tambahan terhadap risiko listrik tertentu.
- Dielectric footwear dirancang untuk memberikan isolasi listrik pada kondisi tertentu sesuai spesifikasinya.
Karena itu, label “anti statis” tidak boleh langsung dianggap sebagai tanda bahwa sepatu aman untuk pekerjaan dengan sumber listrik aktif.
Perbedaan Sepatu Anti Statis dan Electrical Hazard
Kesalahan memilih footwear dapat terjadi karena istilah anti statis dan electrical hazard terdengar seolah-olah memiliki fungsi yang sama.
Padahal, keduanya berbeda.
1. Tujuan Perlindungan
Sepatu anti statis bertujuan mengendalikan akumulasi muatan elektrostatik.
Sementara itu, electrical hazard footwear dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap bahaya sengatan listrik dalam kondisi tertentu.
2. Cara Kerja
Sepatu anti statis memungkinkan muatan elektrostatik dilepaskan secara terkontrol.
Sebaliknya, footwear untuk electrical hazard dirancang untuk mengurangi aliran listrik melalui sepatu dalam kondisi yang ditetapkan oleh standar.
3. Lingkungan Penggunaan
Sepatu anti statis lebih relevan di lingkungan seperti:
- Perakitan elektronik.
- Industri semikonduktor.
- Area ESD.
- Maintenance perangkat elektronik.
- Produksi komponen sensitif.
Sedangkan footwear electrical hazard lebih relevan pada pekerjaan dengan potensi kontak listrik berdasarkan hasil penilaian risiko.
4. Keduanya Tidak Bisa Dipertukarkan
OSHA menegaskan bahwa conductive footwear tidak boleh digunakan oleh pekerja yang terpapar bahaya listrik.
Karena itu, pekerja harus memahami terlebih dahulu sumber bahayanya sebelum menentukan jenis sepatu.
Kapan Teknisi Membutuhkan Sepatu Anti Statis?
Sepatu anti statis lebih cocok digunakan saat risiko utamanya berkaitan dengan muatan elektrostatik dan ESD.
Contohnya:
- Teknisi perangkat elektronik.
- Teknisi komputer dan server.
- Pekerja di fasilitas produksi elektronik.
- Teknisi perangkat kontrol.
- Pekerja di area ESD Protected Area.
- Maintenance komponen elektronik sensitif.
Namun, jika teknisi bekerja pada panel listrik, jaringan tegangan aktif, instalasi kelistrikan, atau pekerjaan dengan risiko sengatan, pemilihan footwear harus dilakukan berdasarkan hazard assessment.
OSHA mensyaratkan protective footwear ketika pekerja menghadapi risiko tertentu, termasuk bahaya listrik yang masih tersisa setelah pengendalian lain diterapkan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Sepatu Safety untuk Teknisi Listrik
Sebelum membeli, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.
- Tentukan apakah risiko utama berkaitan dengan ESD atau sengatan listrik.
- Periksa standar yang tercantum pada produk.
- Jangan menyamakan anti statis dengan electrical hazard atau dielectric.
- Pastikan outsole sesuai dengan kondisi lantai.
- Perhatikan toe protection jika ada risiko benturan.
- Pilih ukuran yang nyaman digunakan dalam waktu lama.
- Periksa kondisi sepatu secara berkala.
- Ikuti SOP keselamatan perusahaan.
Salah satu kriteria dalam memilih Sepatu Safety Proyek Terbaik adalah adanya fitur anti statis. Fitur ini memberikan nilai perlindungan tambahan bagi pekerja proyek yang berada di lingkungan dengan potensi muatan elektrostatik, sekaligus tetap mendukung kenyamanan dan keamanan selama aktivitas di lapangan.
Sepatu safety anti statis dirancang untuk membantu mengendalikan penumpukan muatan elektrostatik pada tubuh. Jenis footwear ini sangat relevan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan komponen elektronik sensitif, area ESD, dan lingkungan yang membutuhkan pengendalian listrik statis.
Namun, sepatu anti statis bukan pengganti electrical hazard footwear atau dielectric footwear.
Bagi teknisi listrik, langkah terpenting adalah memahami jenis bahaya di lingkungan kerja terlebih dahulu. Sepatu harus dipilih berdasarkan risiko yang sebenarnya, bukan hanya berdasarkan label “anti statis”.
Dengan memilih footwear yang sesuai standar dan kondisi kerja, perlindungan terhadap kaki dapat menjadi bagian yang lebih efektif dari sistem keselamatan kerja secara keseluruhan.



